Upcoming Events

There are no upcoming events at this time.

Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I Bekasi Menerima Kunjungan Mahasiswa Universitas Trisakti

Pada hari senin tanggal 1 Juni 2015, Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I Bekasi menerima kunjungan mahasiswa Trisakti Jakarta JURUSAN Teknik Lingkungan-Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan. Rombongan yang didampingi Oleh 6 dosen pembimbing ini berjumlah 93 mahasiswa yang terdiri dari 43 mahasiswa pada semester 6 dan 50 mahasiswa pada semester 4. Kunjungan semacam ini dapat dikatakan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan bagi mahasiswa semester 4 dan 6 Universitas Trisakti ini. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Balai, kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih melengkapi praktek dan pelatihan penunjang mata kuliah, khususnya mata kuliah yang terkait dengan bangunan pengolahan air minum, sistem perpipaan air minum, mekanikal dan elektrikel, dan persampahan.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

 ft. trisakti untuk web 1

Dalam memberikan kata sambutan selamat datang kepada rombongan, Kepala Balai TCK Wilayah-I juga mempersilahkan kepada adik-adik mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan kunjungan satu hari ini semaksimal mungkin.

Proses pembelajaran dipandu oleh fasilitator yang ditugaskan oleh Balai, untuk mendalami sarana praktek/pembelajaran yang ada. Di samping itu, Kepala Balai juga menawarkan kepada adik-adik mahasiswa apabila ingin memanfaatkan fasilitas yang ada untuk keperluan penelitiaan Tugas Akhir.

Praktek kunjungan lapangan pada kesempatan ini difokus pada 4 sektor, yaitu workshop Mekanikal Elektrikal, workshop Perpipaan Air Minum, wokshop dan laboratorium Pengolahan Air, juga workshop dan laboratorium persampahan.

Praktek kunjungan pada Laboratorium dan workshop persampahan para mahasiswa dikenalkan tata cara pengoperasian, pengomposan dengan berbagai metode juga diperkenalkan atau mempraktekan analisa karakteristik sampah seperti analisa kadar air, kadar abu, color dan parameter lainnya.

 ft. 2

Sedangkan pada workshop perpipaan para mahasiswa diperkenalkan tata cara menyambung berbagai jenis pipa seperti terlihat pada gambar dibawah, selain mahasiswa mempraktekkan cara menyambung pipa juga diperkenalkan tata cara mendeteksi kebocoran air pada jaringan pipa serta tata cara pengujian akurasi meter air.

 ft. 3

Di workshop Mekanikal-Elektrikal para mahasiswa diperkenalkan beberapa model panel power supply, jenis dan type pompa air, juga diperagakan praktek membebanan daya motor listrik dengan panel Start Delta, Direct On Line, dan Variable Speed Drive dengan mengawasi beberapa indicator pengamatan serta alat-alat kebutuhan pada mekanikal dan elektrikel.

 ft. 4

Pada Laboratorium dan workshop Pengolahan Air, para mahasiswa diberikan penjelasan beberapa kegiatan laboratorium penunjang terhadap keberhasilan proses pengoperasian instalasi pengolahan air minum seperti menentukan dosis koagulan dengan analisa jartest, menentukan dosis desinfektan, dan mempraktekan cara mengaplikasikannya pada instalasi pengolahan air, juga para mahasiswa mempraktekan tatacara pengawasan terhadap masing-masing bagian unit proses.

ft. 5
Disela-sela istirahat para mahasiswa bersantai dihalaman bagian belakang Kantor Balai dekat musholla. Sambil bercanda satu mahasiswa semester 6 bernama Asti menyampaikan bahwa kuliah lapangan di Balai Latihan PU pada hari ini sangat menyenangkan terutama setelah mendapatkan penjelasan dikelas, kemudian terjun di lapangan menjadi lebih mengerti dalam pemahaman pada teori.

 ft. web. terakhir trisakti

Begitu juga menurut Siti Amira mahasiswa semester 4, Beliau berpendapat bahwa kuliah lapangan di Balai ini banyak memberikan ilmu terutama dibidang mata kuliah SPAM dan PLAMBING, kami jadi mengetahui bentuk nyata materi kuliah kami selama semester ini, sehingga menambah tingkat pengetahuan kami.
ed/sf

[/wpex]

 

Direktorat Jenderal Cipta Karya Menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sektor Persampahan dan Air Limbah

Ditjen. Cipta Karya melalui Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 kembali menyelenggarakan bimbingan teknis sektor persampahan dan sektor air limbah. Sektor persampahan bimbingan teknis Penanganan Sampah dengan Konsep 3R diikuti 13 peserta dari 15 orang yang diundang. Sektor air limbah bimbingan teknis Penangananan Air Limbah Domestik diikuti 12 peserta dari 15 orang yang di undang. Bimbingan Teknis akan berlangsung mulai tanggal 1 Juni 2015 dan berakhir 12 Juni 2015.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

ft. tgl 1-12 juni

Para peserta Bimtek berasal dari wilayah barat, diantaranya dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Babel, Banten, jawa Barat, kalimantan Barat, kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

ft. tgl 1-12 juni bersama
Bimbingan teknis dibuka oleh Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc sebagai Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I. Dalam sambutannya Ilham Muhargiady menyampaikan “Program Cipta Karya 100-0-100 pada tahun 2019, dimana 100% pelayanan Air Minum, 0% Kawasan Kumuh dan 100% akses sanitasi layak membutuhkan pendanaan yang besar, bukan hanya dari APBN saja, tapi melibatkan Pemerintah Daerah melalui APBD dan pendanaan dari sumber lainnya. Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I mempunyai tugas mendidik tenaga pegawai negeri Pemerintah Daerah untuk mendukung program Cipta karya tersebut.. Diharapkan dengan mengikuti bimbingan teknis ini dihasilakn Sumber Daya Manusia yang mengerti tentang penanganan persampahan dan air limbah, dan dapat di manfaatkan untuk menangani persampahan dan air limbah di daerahnya masing-masing.

ft. simbolis
Kepala balai mengharapkan kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan serius mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber. sf/yf

[/wpex]

BIMBINGAN TEKNIS HUBUNGAN LANGGANAN DAN PEMASARAN

Perkembangan Kota/Kabupaten Bekasi begitu pesat letaknya yang strategis berada dekat dengan Ibu Kota DKI Jakarta menjadikan Kab/Kota yang mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat cepat pula. Sejalan dengan itu kebutuhan air minum juga meningkat. Pembangunan sarana dan prasarana juga pelayanan bidang air minum yang telah dilaksanakan memerlukan pengelolaan yang tepat.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

IMG_4075Sejalan dengan hal tesebut PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi berupaya terus menerus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang mampu mengelola fasilitas bidang air minum dengan baik dan benar. Menurut Bapak Amin bagian SDM dari PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi menyampaikan sumber daya manusia yang ada saat ini masih dipandang perlu untuk ditingkatkan kompetensinya. Selain merasa penting dan sangat membutuhkan peningkatan SDM nya maka PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi melaksanakan Pelatihan/Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I, merupakan salah satu program kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi guna meningkatkan kinerja PDAM dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PDAM kepada masyarakat.

 IMG_4086
Dengan mengikuti kegiatan Pelatihan / Bimbingan Teknis Hubungan Pelenggan dan Pemasaran diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, serta wawasan tentang pengertian dan proses pemasaran, peluang pemasaran dan perilaku konsumen, mengatasi serta menyelesaikan pengaduan konsumen terhadap pelayanan PDAM, promosi, komunikasi pemasaran, periklanan, promosi penjualan, serta hubungan masyarakat, pengembangan fungsi dan pedoman implementasi pelayanan pelanggan, segmentasi pasar dan penetapan target, pelayanan prima PDAM, perencanaan pemasaran dan strateginya, sehingga setelah mengikuti bimbingan teknis ini diharapkan para peserta akan lebih professional dalam pelaksanaan tugas pemasaran produk air minum PDAM dan meningkatkan kinerja PDAM dalam pelayanan pelanggan.

Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 78 peserta dengan 5 kelas bimbingan teknik, yaitu Bimbingan teknis Hubungan Pelanggan dan Pemasaran, TOT bidang NRW, TOT Bidang SAK-ATAP, TOT bidang Efisiensi Energi, dan Bimbingan teknis Peningkatan Kinerja Penangan Sampah, dibuka oleh Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc. Acara pembukaan bimbingan teknis ini turut dihadiri oleh Direktur PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi Bapak Usep Rahman Salim, serta Kepala Seksi Teknik Air Minum Ir. Dwi Kuryanto, MT.

Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya, karena sampai pada saat sekarang ini pertumbuhan penduduk dan urbanisasi dewasa ini telah berdampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup terutama di kawasan perkotaan. Hal ini merupakan salah satu masalah penting untuk segera diatasi dan menjadi beban pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya. Beberapa masalah penting yang dihadapi di kota-kota di Indonesia dalam bidang air minum adalah menurunnya kualitas kesehatan masyarakat akibat keterbatasan akses pelayanan air minum.

 IMG_4115

Saat ini sebagian besar lembaga penyedia jasa masih belum mampu memproduksi dan mendistribusikan air layak minum sesuai standar kualitas air minum yang ditentukan. Dari sisi kuantitas, prosentase masyarakat yang mempunyai akses pada air minum dengan sistem perpipaan yang aman masih terbatas. Pada bidang pengelolaan dan kepengusahaan masih banyak perusahaan yang belum menerapkan prinsip pemulihan biaya (Cost Recovery), sehingga seringkali tarif air minum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD setempat masih mengedepankan aspek sosial dan politik dari pada aspek teknis dan ekonomi perusahaan, akibatnya tarif air minum yang ditetapkan masih lebih rendah dari biaya produksi.

Lebih lanjut Kepala Balai mengemukaan salah satu faktor penting dalam penilaian kinerja PDAM adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh PDAM tersebut, mengingat SDM merupakan aset utama dan penggerak perusahaan yang menentukan kemajuan perusahaan. Keterbatasan SDM yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air minum di daerah-daerah tertentu sangat dirasakan penting untuk segera diatasi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas SDM (capacity building) baik melalui pelatihan-pelatihan/bimbingan teknis atau pendidikan-pendidikan, baik formal maupun informal bagi karyawan PDAM. (ed/sf)

[/wpex]

BIMBINGAN TEKNIS TOT BIDANG NRW, EFISIENSI ENERGI, DAN SAK-ETAP

Bekasi, 25 Mei 2015 Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan bimbingan teknis Training of Trainer (TOT) bidang air minum, yang merupakan program lanjutan Direktorat Air Minum mengenai program kegiatan Center of Excellent. Bimbingan Teknis TOT ini dibuka 3 kelas yaitu TOT CoE bidang Non Revenue Water (NRW), TOT CoE bidang Efisiensi Energi (EE), dan TOT CoE bidang Keuangan SAK-ETAP.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

IMG_4073
Program kegiatan Center of Excellent dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  • Percepatan target penyehatan PDAM melalui proses pembelajaran PDAM yang berhasil meningkatkan kinerjanya kepada PDAM yang masih dalam kondisi sakit dan kurang sehat.
  • Saling memberikan pembelajaran (Service of Excellent) diusahakan antar PDAM dalam satu provinsi hal ini dikarenakan budaya yang sama, sehingga pendekatan antar PDAM akan lebih tepat sasaran.

Dengan adanya kegiatan Pengembangan SDM PDAM dengan pola “Center of Excellent” ini dapat dijadikan sinerji dengan memberikan pelatihan training of trainer kepada beberapa SDM PDAM terpilih untuk menciptakan pelatihan profesional yang selanjutnya para pelatih tersebut diharapkan dapat memberikan bantuan atau saling pembelajaran pada PDAM yang masih dalam keadaan sakit dan kurang sehat di sekitarnya.
Maksud dari pelaksanaan kegiatan Training of Trainers ini yang hendak dicapai adalah :

  • Menciptakan pelatih profesional melalui program Training of Trainers bagi beberapa SDM PDAM terpilih.
  • Para pelatih terpilih akan menjadi mentor untuk melakukan pendampingan kepada PDAM resipien lain, dan seterusnya.
  • Menghidupkan fungsi Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) sebagai pusat informasi teknik bidang Cipta Karya.

Bimbingan Teknis Training of Trainers (TOT) yang diselenggarakan pada tanggal 25 mei sampai dengan 29 mei 2015 ini adalah merupakan angkatan yang ke 6 (enam) untuk TOT bidang NRW, ke 3 (tiga) untuk TOT bidang SAK-ETAP, dan yang ke 3 (tiga) untuk bidang Efisiensi Energi.

IMG_4095
Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 78 peserta dengan 5 kelas bimbingan teknis, yaitu Bimbingan teknis Hubungan Pelanggan dan Pemasaran, TOT bidang NRW, TOT Bidang SAK-ATAP, TOT bidang Efisiensi Energi, dan Bimbingan teknis Peningkatan Kinerja Penangan Sampah, dibuka oleh Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc. Acara pembukaan bimbingan teknis ini turut dihadiri oleh Direktur PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi Bapak Usep Rahman Salim, serta Kepala Seksi Teknik Air Minum Ir. Dwi Kuryanto, MT.
Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya, karena sampai pada saat sekarang ini pertumbuhan penduduk dan urbanisasi dewasa ini telah berdampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup terutama di kawasan perkotaan. Hal ini merupakan salah satu masalah penting untuk segera diatasi dan menjadi beban pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya. Beberapa masalah penting yang dihadapi di kota-kota di Indonesia dalam bidang air minum adalah menurunnya kualitas kesehatan masyarakat akibat keterbatasan akses pelayanan air minum. (ed/sf)

[/wpex]

 

Direktorat Jenderal Cipta Karya Menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi Pengambil Kebijakan Sektor Persampahan Kabupaten/Kota.

IMG_4066Ditjen. Cipta Karya menyelenggarakan bimbingan teknis bidang sanitasi melalui Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I untuk pengambil kebijakan sektor persampahan yang berada di Kabupaten/Kota, dalam mewujudkan kemampuan dan pengetahuan perencanaan dengan perhitungan-perhitungan teknis yang sistematis bagi tenaga-tenaga setingkat pengambil kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan kabupaten/kota, maka Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan Kinerja Penanganan Sampah yang kedua kalinya berlangsung mulai tanggal 25 Mei dan berakhir 29 Mei 2015.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

IMG_4090Dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis ini, dipimpin langsung oleh Kepala Balai Teknis Cipta Karya Wilayah I, Bapak Ir. Ilham Muhargiady, MSc. Bimbingan Teknis ini di hadirin oleh peserta sebanyak kurang lebih 78 orang yang berasal dari perwakilan wilayah I, diantaranya dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I Bapak Ir. Ilham Muhargiady MSc, menekankan perlunya Program Cipta Karya 100-0-100 pada tahun 2019, dimana 100% Pelayanan Air Minum, 0% Kawasan Kumuh dan 100% akses sanitasi layak membutuhkan pendanaan yang besar bukan hanya dari APBN saja, tetapi melibatkan Pemerintahan Daerah melalui APBD dan pendanaan dari sumber lainnya. Untuk itu perlu komitmen dari Pemerintah daerah untuk mencapai 100% layanan akses sanitasi melalui Bimbingan Teknis ini yang pesertanya terdiri dari Kepala Dinas yang menangani persampahan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

IMG_4110 Disektor Sanitasi masih banyak kendala yang dihadapi, untuk bidang persampahan sesuai dengan amanat UU No 18 tahun 2007 tentang Pengelolaan Persampahan. Di dalam UU tersebut telah ditetapkan bahwa seluruh TPA di kota-kota di Indonesia pada tahun 2013 sudah harus menggunakan metoda Sanitary Landfill. Padahal saat ini seluruh kota-kota masih menggunakan metoda Open Dumping, yang menjadi sumber pencemar untuk udara, air dan tanah. Selain itu, sampah yang dibuang dengan cara Open Dumping akan melepas gas metan yang menjadi sumber gas rumah kaca (green house effect) dan pemanasan global (global waming). Untuk merubah metoda open dumping menjadi sanitary landfill dibutuhkan dana yang sangat besar dan SDM yang kompeten. Belum lagi masalah Perencaanaan Pengelolaan Sampah yang sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi dalam pengelolaan dan penanganannya.

Dalam akhir sambutannya, Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR menyampaikan terima kasih kepada Kepala Pemerintahan Kabupaten/Kota yang telah mengijinkan personilnya untuk dapat mengikuti bimbingan teknis ini. Peserta di harapkan dapat mengikuti bimbingan teknis yaitu berdiskusi dengan fasilitator baik didalam kelas maupun dalam praktek lapangan. Selain itu juga peserta diharapkan dapat memanfatkan waktu yang ada selama 5 hari kedepan, untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan sesuai dengan apa yang diharapkan. (sf/yf).

[/wpex]

Pembukaan Bimbingan Teknis Bidang Air Minum dan Bidang Sanitasi

ft.1

Pada hari ini tanggal 04 Mei 2015 Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I di Bekasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan bimbingan teknik bidang air minum dan bidang sanitasi. Terdapat 5 (lima) kelas yaitu Bimbingan Teknis Operator IPA UPTD/BLUD dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Penanganan Kehilangan Air yang dilaksanakan selama 8 hari kerja dari tanggal 04 Mei 2015 dan berakhir tanggal 13 Mei 2015, sedangkan Bimbingan Teknis Laporan SAK-ETAP, Bimbingan Teknis Operasi dan Pemeliharaan IPLT dan Bimbingan Teknis Perencanaan Sistem Air Limbah Domestik Terapan diselenggarakan selama 1 minggu dari tanggal 04 Mei 2015 dan berakhir 08 Mei 2015.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

ft.2

Pembukaan Bimbingan Teknik ini  langsung dipimpin oleh Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I, Bapak Ir. Ilham Muhargiady, MSc didampingin oleh Kasi Teknik Air Minum Bapak Ir. Dwi Kuryanto, MT, Kasi Teknik Sanitasi Ibu Sri Hartati, ST , Subdit. Pengaturan dan Pembinaan Direktorat Pengembangan PLP Ditjen. Cipta Karya diwakili Ibu Ashila Rieska, ST. MT. Bimbingan Teknik ini di hadirin peserta kurang lebih 66 orang yang berasal dari PDAM dan Instansi-instansi terkait yang termasuk dalam cakupan Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I Bekasi.

Setelah mengikuti bimbingan teknik diharapkan peserta dapat mengembangkan SDMnya dengan lebih baik lagi. Baik PDAM yang sakit atau kurang sehat dapat memperbaiki kinerja perusahaannya untuk menjadi lebih baik dan peserta dari bidang sanitasi dapat mengembangkan SDMnya terutama di Operasi & Pemeliharaan IPLT dan Sistem Air Limbah pada Instansi – instansinya.

ft.3sefi

[/wpex]

Pembukaan Bimbingan Teknis Bidang Air Minum dan Bidang Sanitasi

Bekasi, 20 April 2015 Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan bimbingan teknis bidang air minum dan sanitasi, 2 (dua) kelas bidang air minum dan 2 (dua) kelas bidang sanitasi, yaitu bimbingan teknis Commisioning Test IPA bagi para staf satker air minum dan bimbingan teknis Hubungan Langganan dan Pemasaran bagi para staf PDAM, bimbingan teknis Peningkatan Kinerja Penganan Persampahan, dan bimbingan teknis Operasional dan pemeliharaan IPLT yang akan berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 20 April 2015 dan berakhir 24 April 2015.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

 Ft. 20-24 April. 1

Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 82 peserta ini dibuka oleh Kepala Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc.

Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan Satker PKPAM dalam mendukung terwujudnya akses air minum 100% secara Nasional pada tahun 2019, begitu juga kepada para pengelola air minum di Daerah perlu kesiapan yang lebih baik dalam menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015 dalam meningkatkan capaian pelayanan air minum.

 Ft. bintek 20-24 April

 Selanjutnya Kepala BTAMS1 menyampaikan bahwa satker PKPAM mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan percepatan akses nasional tesebut, sehingga dalam mengimplementasikan pembangunan bidang air minum menjadi tugas berat bagi sakter PKPAM didaerah yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan pengawasan harus secara seksama dievaluasi dan dikontrol. Dengan demikian diharapkan dapat membantu peranan daerah Kab/Kota dalam pelayanan akses air minum, maka bimbingan teknis commissioning test IPA menjadi penting bagi para staf satker PKPAM.

Ft. bintek 20-24 april 3

Dalam akhir sambutannya, Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya menyampaikan terima kasih kepada Satker dan Dinas PU yang telah mengijinkan personilnya untuk dapat mengikuti bimbingan teknis ini. Peserta di harapkan dapat mengikuti bimbingan teknis dengan berdiskusi dengan fasilitator baik didalam kelas maupun dalam praktek lapangan dan di laboratorium. Selain itu juga para peserta diharapkan dapat memanfatkan waktu yang ada selama 5 hari kedepan ini selain berdiskusi dengan para fasilitator dapat juga berdiskusi dengan teman sejawat sesama pengelola air minum selama bimbingan teknis, sehingga mendapatkan manfaat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. (sefi/edi)

Foto – foto Kegiatan Peserta Bimbingan Teknik di Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I

Bidang Air Minum :

Ft.1

Ft. 2

Ft. 3

Ft. 4

Ft. 14

Ft. 6

Bidang Sanitasi

Ft. 8. Sanitasi

Ft. 9. Sanitasi

Ft. 10 Sanitasi

Ft. 11 Sanitasi

Penutupan Bimtek :

Ft. 12 Sanitasi

Ft. 15

[/wpex]

Pembukaan Bimbingan Teknis Sektor Air Minum dan Sanitasi

Bekasi, 03 April 2015 Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan bimbingan teknis bidang air minum dua kelas, yaitu; 1. bintek mekanikal elektrikal, 2. bintek pengawas pemasangan pipa, dan pada bidang sanitasi menyelenggarakan tiga kelas, yaitu; 1. bintek perencanaan penanganan sampah, 2. bintek perencanaan pembangunan dan penutupan TPA, 3. Bintek penanganan sampah dengan konsep 3R, yang akan berlangsung selama 10 hari kerja dimulai dari tanggal 3 April 2015 dan berakhir 13 April 2015.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

Ft. 16

Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 31 peserta ini dibuka oleh Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc dengan didampingi oleh Kasubag Tata usaha Trijumani P, SH.,M.Si dan Kepala Seksi Teknik Air Minum Ir. Dwi Kuryanto, MT.

Ft. 13Laporan penyelenggaraan disampaikan oleh kepala seksi teknik air minum Ir. Dwi Kuryanto, MT, dan dalam laporan penyelenggaraan acara pembukaan bimbingan teknik sektor air minum dan sanitasi ini Kepala Seksi Teknik Air Minum menyampaikan bahwa peserta yang telah hadir berjumlah 78 peserta yaitu; 44 peserta bintek bidang sanitasi dan 34 peserta bintek bidang air minum.
Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya, karena sampai pada saat sekarang ini pertumbuhan penduduk dan urbanisasi dewasa ini telah berdampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup terutama di kawasan perkotaan. Hal ini merupakan salah satu masalah penting untuk segera diatasi dan menjadi beban pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya. Beberapa masalah penting yang dihadapi di kota-kota di Indonesia dalam bidang air minum adalah menurunnya kualitas kesehatan masyarakat akibat keterbatasan akses pelayanan air minum.

Ft. 19
Saat ini sebagian besar lembaga penyedia jasa masih belum mampu memproduksi dan mendistribusikan air layak minum sesuai standar kualitas air minum yang ditentukan. Dari sisi kuantitas, prosentase masyarakat yang mempunyai akses pada air minum dengan sistem perpipaan yang aman masih terbatas. Pada bidang pengelolaan dan kepengusahaan masih banyak perusahaan yang belum menerapkan prinsip pemulihan biaya (Cost Recovery), sehingga seringkali tarif air minum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD setempat masih mengedepankan aspek sosial dan politik dari pada aspek teknis dan ekonomi perusahaan, akibatnya tarif air minum yang ditetapkan masih lebih rendah dari biaya produksi.

Ft. 14

Lebih lanjut Kepala Balai mengemukaan salah satu faktor penting dalam penilaian kinerja PDAM adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh PDAM tersebut, mengingat SDM merupakan aset utama dan penggerak perusahaan yang menentukan kemajuan perusahaan. Keterbatasan SDM yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air minum di daerah-daerah tertentu sangat dirasakan penting untuk segera diatasi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas SDM (capacity building) baik melalui pelatihan-pelatihan/bimbingan teknik atau pendidikan-pendidikan, baik formal maupun informal bagi karyawan PDAM.

Disektor Sanitasi masih banyak kendala yang dihadapi, untuk bidang persampahan sesuai dengan amanat UU No 18 tahun 2007 tentang Pengelolaan Persampahan. Di dalam UU tersebut telah ditetapkan bahwa seluruh TPA di kota-kota di Indonesia pada tahun 2013 sudah harus menggunakan metoda Sanitary Landfill. Padahal saat ini seluruh kota-kota masih menggunakan metoda Open Dumping, yang menjadi sumber pencemar untuk udara, air dan tanah. Selain itu, sampah yang dibuang dengan cara Open Dumping akan melepas gas metan yang menjadi sumber gas rumah kaca (green house effect) dan pemanasan global (global waming). Untuk merubah metoda open dumping menjadi sanitary landfill dibutuhkan dana yang sangat besar dan SDM yang kompeten. Belum lagi masalah Perencaanaan Pengelolaan Sampah yang sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi dalam pengelolaan dan penanganannya.

Ft. 15
Paradigma baru harus diikuti bahwa sampah dapat dikurangi, digunakan kembali dan di daur ulang atau sering dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse,Recycle). Dengan mengurangi sampah sejak di sumbernya maka beban pengelolaan sampah akan dapat dikurangi.

Dalam akhir sambutannya, Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jendral Cipta Karya menyampaikan terima kasih kepada Satker dan Dinas PU yang telah mengijinkan personilnya untuk dapat mengikuti bimbingan teknis ini. Peserta di harapkan dapat mengikuti bimbingan teknis dengan berdiskusi dengan fasilitaor baik didalam kelas maupun dalam praktek lapangan dan di laboratorium. Selain itu juga para peserta diharapkan dapat memanfatkan waktu yang ada selama 5 hari kedepan ini selain berdiskusi dengan para fasilitator dapat juga berdiskusi dengan teman sejawat sesama pengelola air minum selama bimbingan teknis, sehingga mendapatkan manfaat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Foto – Foto selama kegiatan bimtek di Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I.

Ft.pipa 1

 

Ft pipa 2

 

Ft. pipa 3

 

Ft. 4 ME

Ft. ME 5

Ft.ME 6

Ft.3R 7

 

Ft. 3R.8

 

Ft. 3R 9

 

Ft.PPS 10

 

Ft.PPS 11

 

Ft. PPS 12

 

Ft. TPA 13

 

Ft. TPA 14

 

Ft.penutupan 15

 

Ft.peserta terbaik 16

[/wpex]

Pembukaan Bimbingan Teknis Commisioning Test IPA dan Bimbingan Teknis Transmisi dan Distribusi

Bekasi, 23 Maret 2015 Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan Bimbingan Teknis Commisioning Test IPA bagi para staf satker air minum dan Bimbingan Teknis Transmisi dan Distribusi bagi para staf UPTD dan BLUD, yang akan berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 23 Maret 2015 dan berakhir 27 Maret 2015.
Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 31 peserta ini dibuka oleh Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc, turut menghadiri acara pembukaan yaitu Kasubdit PAM Wilayah I, Kementerian PU Ir. Agus Achyar, M.Sc serta Kepala Seksi Teknik Air Minum Ir. Dwi Kuryanto, MT.

 gbr 9

[wpex more="Read more" less="Read less"]

Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan Satker PKPAM dalam mendukung terwujudnya akses air minum 100% secara Nasional pada tahun 2019, begitu juga kepada para pengelola air minum UPTD/BLUD perlu kesiapan yang lebih baik dalam menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015 dalam meningkatkan capaian pelayanan air minum.
Selanjutnya Kepala BTAMS1 menyampaikan bahwa satker PKPAM mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan percepatan akses nasional tesebut, sehingga dalam mengimplementasikan pembangunan bidang air minum menjadi tugas berat bagi sakter PKPAM didaerah yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan pengawasan harus secara seksama dievaluasi dan dikontrol. Dengan demikian diharapkan dapat membantu peranan daerah Kab/Kota dalam pelayanan akses air minum, maka bimbingan teknis commissioning test IPA menjadi penting bagi para staf satker PKPAM.

 gbr 10

Dalam akhir sambutannya, Kepala Balai Teknik Air Minum dan sanitasi Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya menyampaikan terima kasih kepada Satker dan Dinas PU yang telah mengijinkan personilnya untuk dapat mengikuti bimbingan teknis ini. Peserta di harapkan dapat mengikuti bimbingan teknis dengan berdiskusi dengan fasilitator baik didalam kelas maupun dalam praktek lapangan dan di laboratorium. Selain itu juga para peserta diharapkan dapat memanfatkan waktu yang ada selama 5 hari kedepan ini selain berdiskusi dengan para fasilitator dapat juga berdiskusi dengan teman sejawat sesama pengelola air minum selama bimbingan teknis, sehingga mendapatkan manfaat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

gbr 11
Dihari pertama bimbingan teknis bidang air minum ini diisi dengan acara sesi dinamika kelompok dimana seluruh peserta mengikuti kegiatan ini. Adapun tujuan dari kegiatan dinamika kelompok ini diharapkan para peserta yang berasal dari beberapa wilayah utusannya dapat lebih saling mengenal lagi dan mempererat tali kekeluargaan. Dalam gambar disamping kiri nampak salah oleh fasilitator dari Balai Tams1 Retno Mardiana, SAP sedang memandu satu momen kegiatan yang diisi dengan logika bermain.

[/wpex]

CIPTA KARYA SELENGGARAKAN WORKSHOP ON OPERATIONS-MECHANICAL AND ELECTRICAL ENGINEERING

gbr 6Direktorat Jenderal Cipta Karya bekerjasama dengan Nuffic-Belanda melalui program Capacity Building for High Standard Education and Training Programes for the Water Supply Sector in Indonesia menyelenggarakan Workshop on Operations-Mechanical and Electrical Engineering untuk pengelolaan sistem penyediaan air minum PDAM di ruang seminar Balai Teknik Air Mnum dan Sanitasi Wilayah I Bekasi. Hadir sebagai narasumber diantaranya Prof Joni Hermana dari ITS Surabaya, Prof. Suprihanto dari ITB Bandung, Robert Kuipers dari Vitens Evides international (VEI) Belanda, Dr. Rusnandi Garsardi dari ITB/TU Delf, dan Ir. Kusmulyana, M. Eng. Dari ITB Bandung.

[wpex more="Read more" less="Read less"]

Mekanikal dan elektrikal merupakan komponen penting dalam Sistem Penyediaan Air Minum yang dioperasikan oleh PDAM di Indonesia. Komponen ini menentukan kuantitas, kualitas dan kontinyuitas pelayanan air yang dihasilkan. Ketepatan operasionalisasinya perlu diperhitungkan dan dikendalikan agar tidak justru terjadi pemborosan. Oleh karenanya, sumber daya manusia yang kompeten dengan dukungan pelatihan yang tepat sangat dibutuhkan.  Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I Bekasi Ilham Muhargiady mewakili Plt. Sekretaris Ditjen Cipta Karya dalam pembukaan workshop pada Rabu 18 Maret 2015 yang berlangsung selama 3 hari ini. Peserta workshop sebanyak 30 orang yang terdiri dari perwakilan PDAM-PDAM dengan beragam kondisi kualitas air (baku) nya, dari Direktorat Pengembangan Air Minum, serta dari Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I dan II.

gbr 7Workshop ini merupakan Training for Instructors yang juga memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam pengembangan modul dan kurikulum pelatihan teknis bidang mekanikal dan elektrikal, khususnya untuk sistem penyediaan air minum. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi kesepakatan program kerjasama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia bidang Air Minum yang telah berlangsung sejak tahun 2013 dan akan berakhir tahun 2017.

gbr 8Program yang juga tengah berlangsung selain workshop ini adalah peningkatan kapasitas individu bagi staf Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I dan II, serta Direktorat Pengembangan Air Minum untuk mengikuti pendidikan jenjang S-2 di IHE Belanda dan juga di dalam negeri, yakni di ITB Bandung dan ITS.  Selain itu, bantuan peralatan untuk mendukung aktivitas pelatihan di Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I dan II juga menjadi bagian dari program bantuan kerjasama ini. Demikian sambutan pengantar workshop yang disampaikan oleh Prof. Joni Hermana (ITS) selaku Team Leader dalam mengimplementasikan program kerjasama ini.

[/wpex]